Laman

Minggu, 18 Oktober 2009

suspensi udara

Suspensi udara atau air sus mulai ramai diaplikasi. Tak lagi Jakarta sentris, kini menyebar di kota-kota besar di tanah air. Isu terhangat, selain air sus tipe bolt on marak dipakai custom air sus. Namun, banyak simpang siur informasi soal custom air sus ini. Katanya berbahayalah, murah-meriahlah, suka jebol di jalan dan sekian ribu gosip lainnya.

Bisa dimaklumi karena teknologinya belum 100% dikuasai, wajar jika masih banyak trial and error yang dilakukan. Lantas seperti apa sih Air Suspension itu?

Beda Pabrikan



Sejatinya sistem air sus terdiri dari kompresor, tabung udara, selang-selang, lalu suspensi-nya sendiri (bisa berbentuk balon karet atau tabung silinder). Setiap komponen terintegrasi menjadi sistem yang tak terpisahkan. Walaupun begitu produksi setiap komponen tak selalu dari pabrik yang sama.

Biasanya setiap komponen diproduksi oleh pabrik atau vendor yang khusus menangani satu bidang. Semisal, vendor sistem suspensi memproduksi balon karet, lalu selang-selang ada bikinan Air Ride, Chassistech, Firestone, Acc atau Universal Air. Untuk kompresor dirancang khusus oleh ahli-ahli di pabrik kompresor (contoh Viair, Thomas dan Zenith).

Semua komponen di atas dirakit menjadi air sus oleh berbagai perusahaan seperti Canover, air runner, Street Ride Pro ataupun Air bagit yang kemudian memberi merek dagangan sendiri. Kemudian ada juga yang melanjutkan riset, seperti Air Runner dan Canover untuk menghasilkan produk-produk spesifik.

Berbeda dengan produk milik Universal Air atau Chassistech bisa dipakai untuk mobil apa saja, dengan catatan mesti ada proses penyesuaian. Proses penyesuaian yang dilakukan setiap modifikator ini biasa disebut juga custom. Jadi tentu bisa dipahami kalau dengan menggunakan sistem seperti ini yang tanpa jasa riset pabrikan, punya harga yang menarik alias lebih lebih murah daripada produk bikinan perusahaan perakitan tertentu.

Namun usah ragu dengan sistem air sus custom ini. Jika diaplikasi dengan tepat oleh otak-otak kreatif modifikator Indonesia, hasilnya tak bakal kalah bersaing dengan sistem terintegrasi khas perusahaan perakitan.

Efektif Berkat Akumulator


Jika dilihat dari konstruksi suspensi mobil standar, tipe air sus berbahan balon karet terbagi dua. Sistem strut adalah sistem air sus yang diaplikasi pada sistem per dan sokbreker yang bersatu (sokbreker dipasang di dalam balon karet).

Sedangkan mobil yang menggunakan sistem suspensi di mana per dan sokbreker terpisah, bisa dipasang sistem air bag. Sistem balon karet punya bantingan cukup empuk, itu karena karet punya karakter elastis.

Ada lagi yang disebut silinder atau biasa dipanggil pneumatic. Bentuknya mirip silinder besi yang dalamnya terdapat ruangan berisi udara yang dapat diatur tekanannya. Sistem silinder besi ini adalah solusi efektif untuk menghadapi ruang spakbor yang mungil dan terbatas. Ditambah, "Andal untuk mengangkat beban tambahan di luar berat mobil, contohnya sistem audio.
Namun kini, sistem silinder bagi sebagian orang dicap jelek. Pasalnya diklaim terlalu keras bantingannya. Padahal sebenarnya tidak demikian, "Sistem suspensi silinder bakal efektif jika ditambahi dengan komponen bernama accumulator," buka Iwan, pentolan bengkel Akasia, yang jadi distributor resmi merek Universal Air dan kompresor Viair di Indonesia ini.

Accumulator sendiri fungsinya menampung tekanan udara dari silinder, sehingga ketika mobil melewati jalanan bergelombang atau rusak, tekanan udara di silinder dapat bergerak ke accumulator. Efek keras-nya silinder jauh tereliminir. Teknologi accumulator bisa dijumpai pada sokbreker aftermarket sepeda motor. Air sus sistem silinder yang tak menggunakan accumulator, bisa terlihat dalam indikator tekanan udara, “Biasanya jarumnya tak bisa diam, selalu bergerak,” kata Iwan lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar